|
Written by ahmadzendel
|
|
Thursday, 13 November 2008 |
 MBAH MUNG Mungkin ini hanyalah setitik beningnya embun dalam gersangnya ilalang yang tumbuh di padang tandus luasnya birokrasi PNS. Adalah tersebut nama DAIMUNG notabene label kerennya MBAH MUNG
FENOMENAL itulah mungkin yang tepat untuk beliau. Putra asli daerah yang kegigihannya serta ketulusannya patut dipertimbangkan. kelahiran tahun 1943 namun semangat kerjanya patut diacungi. Sejak tahun 1980 beliaumengabdi sebagai tenaga relawan di PUSKESMAS KEPANJENKIDUL kota BLITAR tiada kata mengeluh ataupun kurang. Karena bakti dan kerjanya dinilai lebih dari cukup dengan sertamerta pemerintah daerah mengangkatnyamenjadi pegawai negeri sipil pada tahun 2000. Belum lega menikmati gaji PNS pada tahun 2005 beliau dipensiunkan denganpertimbangan usia. Adalah DAIMUNG yang dengan sertamerta menerima kenyataan dengan kejujuran nurani, namun beliau tidak hanya begitu saja, untuk kepolosannya dia menganggap bahwa dia harus terus bekerja meskipun tidak menyandang predikat PNS lagi. Pemikiran beliau kalau beliau masih menerima gaji dari pemerintah maka dia merasa berutang dan harus terus mengabdikan tenaga untuk negara INDONESIA tercinta ini. Maka hari - hari selanjutnya dia tetap bekerja meskipun hanya membersihkan ruangan ataupun kamar mandi plus halaman puskesmas.Dengan sepeda anginnya dia tiap pagi berangkat dari rumah menuju puskesmas dengan satu ketulusan yaitu pengabdian. sampai detik inipun dia tetap berusaha memberikan keringatnya guna sumbangsihg untuk negara tercinta ini. Sebuah kenyataan dari insan warga negara yang tidak pernah mengatas namakan jasa untuk mendapatkan pamrih. Selayaknya kita megaris bawahi apa yang sudah kita berikan untuk NEGARA INDONESIA tercinta ini sebelum kita mengeruk yang dimilikinya demi pribadi kita.....SERMOGA MUNCUL DAIMUNG _ DAIMUNG dimasa kini ataupun masa depan yang tak kenal lelah untuk semangat hidup dan berjuang tanpa pamrih. AMIEN..... |